Alamat

Jl Diponegoro Gg. III Cepu - Jawa Tengah Indonesia

Selasa, 26 Agustus 2014

Hadits ke-2 dari al-Jamiush Shoghir bag 4

Faidah 4
Ucapan malaikat: ”Untukmulah aku diperintahkan agar tidak membuka (pintu surga) bagi seorang pun sebelum dirimu.
Menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah orang yang pertama kali memasuki surga di hari qiamat.
Dalam riwayat lain disebutkan:
وَلاَ أَقُوْمُ ِلأَحَدٍ بَعْدَكَ
Dan aku tidak berdiri untuk seorang pun setelah anda.
Berdirinya malaikat ini untuk menunjukkan betapa tingginya kedudukan dan keistimewaan Nabi Muhammad SAW di sisi Allah SWT.
Adapun ucapan Nabi Muhammad SAW kepada Bilal:
بِمَ سَبَقْتَنِىْ ؟ فَمَا دَخَلْتُ الْجَنَّةَ إِلاَّ سَمِعْتُ خَشْخَشَتَكَ أَمَامَىْ
Oleh sebab apakah kau mendahuluiku? Tidaklah aku masuk surga kecuali aku mendengar suara gerakanmu di depanku.
Karena ini adalah mimpi, dan mimpi nabi adalah benar, maksud dari hadits ini adalah isyarat bahwa Bilal berhak masuk surga karena ia termasuk orang-orang yang masuk Islam lebih dahulu dan mengalami penyiksaan karenanya dan masuknya Bilal ke dalam surga akan benar-benar terjadi. Hal ini tidak menunjukkan bahwa Bilal lebih dahulu masuk surga dari nabi Muhammad SAW, hanya menunjukkan keutamaan dari Bilal.
Demikian pula riwayat yang menyebutkan masuknya Nabi Idris ke surga setelah beliau meninggal, karena yang dimaksud di sini adalah orang yang pertama kali masuk surga setelah hari kiamat.Selain itu nanti Nabi Idris pun akan berada di padang mahsyar untuk diminta pertanggung jawaban akan umatnya seperti nabi-nabi yang lainnya.
Demikian pula riwayat-riwayat tentang orang-orang yang masuk surga pertama kali yang lainnya, tidak bertentangan dengan hadits ini karena biasanya dapat ditakwilkan dengan arti yang lain. Dan seandainya tidak dapat ditakwilkan, maka hadits ini lebih kuat karena diriwayatkan dari beberapa jalur sedang hadits-hadits  yang lain merupakan hadits ahad yang tidak sekuat ini.



Faidah 5
Hadits ini juga menunjukkan betapa sempurnanya kenikmatan yang Allah berikan kepada penduduk surga.
Hal ini disebabkan dengan adanya penjaga surga, padahal menurut logika hal ini tidak diperlukan, karena surga terlepas dari kekurangan, aman dari pencurian atau kekurangan, dan terjaga keadaannya.
Adanya penjaga surga ini untuk menyempurnakan kenikmatan penduduk dengan memberikan perasaan aman pada mereka dan memberikan perasaan percaya penuh bahwa mereka telah mendapatkan hak-hak mereka yang telah dijaga oleh malaikat sesuai dengan amal perbuatan mereka di dunia.

Takhrij hadits
Hadits diriwayatkan dari Anas bin Malik oleh:
  • Imam Ahmad hadits no: 12491
  • Muslim kitab al-Iman, bab ke-85, hadits no: 197
  • Abd’ bin Humaid (Kasyful Khofa’ hadits no: 2)

Imam as-Suyuti mensohihkan hadits ini.

Wallohu a’lam.
Awal     Sebelum    
(Mufrodat)     (Faidah 1)     (Faidah 2)
Download      doc      pdf