Alamat

Jl Diponegoro Gg. III Cepu - Jawa Tengah Indonesia

Senin, 04 Juli 2011

al-Hikam-Maqolah 3b

Meskipun demikian hal ini semua tidaklah terlepas dari takdir dan qadla’ Allah SWT. Jadi himmah (keinginan) kita ini tidaklah mewujudkan sesuatu yang kita kehendaki kecuali dengan takdir dan qadla Allah SWT.
Allah SWT berfirman:
وَمَا هُمْ بِضَارِّيْنَ مِنْ اَحَدٍ إِلاَ بِإِذْنِ اللهِ
Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. [S. Al-Baqarah: 102]
وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيْرًا
Dan Dia-lah yang menciptakan segala sesuatu kemudian menentukan batas dan ukurannya [S. Al-Furqon: 2]
وَمَا تَشَاءُوْنَ إِلاَّ أَنْ يَشَاءَ اللهُ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلِيْمًا حَكِيْمًا
Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana [S. Al-Insan: 30]
Rasulullah SAW ketika ditanyai malikat Jibril tentang Iman beliau berkata:
اْلإِيْمَانُ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ
Iman adalah jika anda mempercayai Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari akhir, dan anda mempercayai qadar baik dan buruknya.
[Hadis Riwayat Muslim, dari Umar]
Ibnu Umar berkata: Demi Allah yang jiwa Ibnu Umar ditangan-Nya sekiranya seseorang mempunyai emas sebesar gunug Uhud, kemudian ia belanjakan di jalan Allah, Allah tiada menerimanya hingga orang itu beriman dengan qadar.
Qadla’ menurut bahasa artinya hukum.
Dan menurut istilah adalah kehendak (iradah) Allah terhadap sesuatu pada zaman Azali.
Qadar menurut bahasa artinya menetapkan kadar (jumlah) ukuran sesuatu.
Dan menurut istilah proses terjadinya sesuatu yang telah diputuskan dengan kehendak Allah di zaman Azali,
Definisi tersebut adalah definisi qadla’ dan qadar menurut ulama Asy’ariyyah, sedangkan menurut ulama Maturidiyyah adalah kebalikannya.
Misalnya dalam hadis Rasululah SAW bersabda:
احْتَجَّ آدَمُ وَمُوْسىَ، فَقَالَ مُوْسَى: اَنْتَ آدَمُ الَّذِى َأَخْرَجْتَ ذُرِّيَتَكَ مِنَ الْجَنَّةِ، قَالَ آدَمُ: أَنْتَ مُوْسَى الَّذِى اصْطَفَاكَ اللهُ بِرِسَالَتِهِ وَكَلاَمِهِ، ثُمَّ تَلُوْمُنِيْ عَلىَ اَمْرٍ قَدْ قُدِّرَ عَلَيَّ قَبْلَ اَنْ اُخْلَقَ
Nabi Adam dan nabi Musa saling berdebat, maka Musa berkata: Kamu adalah Adam yang telah mengeluarkan keturunanmu dari surga. Adam berkata: Kamu adalah Musa yang Allah telah memilihmu dengan risalah dan firman-Nya, kemudian kamu mencelaku dengan perkara yang telah ditakdirkan kepadaku sebelum aku diciptakan.
[Hadis Riwayat al-Bukhori dan Muslim dari Abu Hurairah]
Dalam peristiwa ini ketetapan Allah akan keluarnya nabi Adam di sebelum ia diciptakan disebut Qadla, dan proses keluarnya nabi Adam dari surga disebut dengan Qadar


Bersambung ke maqolah 3c

Tidak ada komentar:

Posting Komentar